Aksi HMPS PPKn saat Sahur di Jalan

IMG_1624

Himpunan Mahasiswa Program Studi PPKn akan menyelenggarakan kegiatan Sahur on The Road. Kegiatan tersebut rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 14 Juni 2016. Rute untuk sahur on the road yaitu mulai dari Jalan Pramuka sampai dengan Jalan Alun-alun Utara. HMPS dengan dibantu mahasiswa yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini akan membagikan sejumlah makan untuk para tukang becak dan orang-orang yang berada di area tersebut. Kegiatan ini sangat didukung sekali oleh prodi dikarenakan mahasiswa memperdulikan masyarakat yang tidak mampu. Kegiatan ini juga sekaligus sebagai aksi mahasiswa untuk masyarakat. Semoga acara ini dapat terselenggarakan dengan lancar.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Malam Keakraban Mahasiswa Baru PPKn UAD 2015

SAMSUNG CAMERA PICTURESSAMSUNG CAMERA PICTURESSAMSUNG CAMERA PICTURES

Himpunan Mahasiswa PPKn Universitas Ahmad Dahlan telah menyelenggarakan kegiatan MAKRAB atau Malam Keakraban yang dilaksanakan sebagai suatu wujud kegiatan yang berfungsi untuk meningkatkan dan menumbuhkan keakraban antara mahasiswa baru dan mahasiswa lama Prodi PPkn Universitas Ahmad Dahlan.

Kegiatan MAKRAB ini dilaksanakan di Gunung Api Purba, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta pada tanggal 12 – 13 September 2015. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa baru angkatan 2015 dengan jumlah 50 peserta dengan mengusung tema “Larutkan Perbedaan, Refleksikan Kebersamaan, Hasilkan Persaudaraan dengan Semangat Kekeluargaan”.

Tujuan utama dalam kegiatan MAKRAB ini adalah membekali mahasiswa baru dengan semangat dan sedikit pengetahuan untuk menimba ilmu di Universitas Ahmad Dahlan dengan Kedisiplinan dan Kepercayaan diri yang tinggi dan dapat menciptakan mahasiswa yang Intellectual Integrity.

Makrab ini dihadiri oleh beberapa Dosen UAD dan Beberapa Perwakilan Ormawa Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan seperti BEM F, DPM F dan HMPS Prodi lain yang masih lingkupan FKIP UAD.

Dalam sambutan malam sebelum acara api unggun, Drs.Supriyadi, M.Si memberikan sambutan kepada peserta makrab bahwa agar dapat mengikuti rangkaian acara dengan tertib dan aman, kemudian harapannya agar mahasiswa PPKn tidak memiiliki kesenjangan antara mahasiswa baru, mahasiswa lama dan para dosen.

 

Tingkatkan Semangat Menulis Mahasiswa PPKn, HMPS Adakan Pelatihan PKM

DSC_0354 Peserta Pelatihan PKMDSC_0103

Sabtu 3 Oktober 2015, HMPS PPKn FKIP Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta telah menyelenggarakan Pelatihan Penyusunan Proposal Program Kreativitas Mahasiswa. Kegiatan tersebut merupakan perwujudan dari program kerja HMPS PPKn Divisi Akademik. Pelatihan yang digelar oleh HMPS PPKn di ruang Auditorium Kampus 2 yang bertajuk “Dengan PKM Ciptakan Calon Guru yang Kreatif dan Inovatif”, pelatihan tersebut diikuti sedikitnya 130 mahasiswa PPKn yang tergabung dari semester I sampai dengan Semester VII. Dengan dihadiri dan disambut baik oleh Kaprodi PPKn Dra, SUMARYATI, M.Hum dan dosen PPKn Drs, Supriyadi, M.Si, Dikdik Baehaqi Arif, M.Pd., Drs, Susena, M.M, Dra, Triwahyuningsih, M.Hum dan Ardian Bakhtiar Rivai, MA, M.Sc.

Pukul 08.00 WIB untuk mengawali rangkaian acara, Trisna Sukmayadi, S.Pd., M.Pd, dosen yang didaulat untuk memberikan sambutan juga menyambut baik kegiatan pelatihan ini, dan meminta agar kegiatannya tidak sebatas pelatihan, namun juga dapat menghasilkan karya-karya tulis, salah satunya PKM. “Maksud dan tujuan diadakan pelatihan ini adalah agar mahasiswa PPKn bisa lebih memacu kreativitas mengenai ide-ide, gagasan yang dimiliki yang selanjutnya dituangkan dalam penulisan Proposal PKM” demikian disampaikan dalam sambutannya Habibi Akhsanul Haq, Ketua HMPS PPKn.

Rangkaian acara selanjutnya penampilan musikalisasi puisi yang dibawakan oleh mahasiswa PPKn semester I sebagai penambah suksesnya rangkaian pelatihan ini. Yosi Wulandari, S.Pd,M.Pd. sebagai pemateri pelatihan PKM ini banyak memberikan tips dan trik salah satunya cara membuat judul yang tepat sebagai kunci penarik minat serta perhatian pembaca. “Karena kesan pertama harus begitu menggoda” ungkap Wulandari, S.Pd,M.Pd..

Seusai pemateri menyampaikan, para peserta pelatihan ini di minta untuk membentuk kelompok yang masing-masing kelompok terdirikan atas 5 orang dengan di dampingi oleh panitia dari HMPS. Yang mana ditugaskan untuk memilih salah satu bidang PKM yang nantinya diangkat sebagai judul yang menarik. Dari rangkaian tersebut panitia telah menyiapkan doorprize bagi judul PKM yang sesuai dengan bidangnya dan tentunya judul yang menarik. Pada pukul 12.00 WIB pelatihan penulisan PKM bagi mahasiswa Prodi PPKn diakhiri, dan berjalan lancar.

 

Mahasiswa PPKN UAD dituntut Kreatif dalam PKM

Program Kreatifitas Mahasiswa atau yang lebih dikenal dengan PKM adalah suatu wadah yang dibentuk oleh Kemendikti untuk memfasilitasi potensi mahasiswa dalam menuangkan kreatifitasnya untuk diterapkan kepada masyarakat.

Program Studi PPKN UAD sangat mendukung mahasiswanya untuk berpartisipasi dalam pembuatan PKM ini. HMPS PPKN tak segan untuk membantu rekan-rekan mahasiswa yang lain untuk penyusunan proposal PKM yang akan diajukan. Mari berkreasi… Mari belajar bersama dalam Pelatihan PKM ini…

Untuk panduan PKM dapat diunduh DISINI

HMPS PPKn Mendelegasikan 3 Mahasiswa dalam Diklat Kebangsaan dan Bela Negara

DSC_0576
Peserta memperhatikan materi yang disampaikan Anggota TNI

Tiga perwakilan HMPS PPKn FKIP Universitas Ahmad Dahlan, Habibi Akhsanul Haq (2013), Herdiyono (2013) dan Farid Nur Rohman (2014) mengikuti Diklat Kebangsaan dan Bela Negara  bersama perwakilan Mahasiswa PPKn dari Perguruan Tinggi Se-Indonesia. Dalam diklat ini juga diadakan Seminar Nasional di Universitas PGRI Yogyakarta. Acara ini diselenggarakan oleh Hima Prodi PPKn UPY atas prakarsa Himpunan Mahasiswa Nasional PPKn

Diklat Kebangsaan dan Bela Negara  yang berlangsung dari tanggal 6-8 Juni 2015 ini diikuti oleh perwakilan mahasiswa PPKn dari perguruan tinggi di Indonesia, baik Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Diantaranya yaitu, Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, Universitas PGRI Yogyakarta, Universitas Negeri Semarang, Universitas PGRI Semarang, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Nusantara PGRI Kediri, Universitas Tadulako Palu, dan Universitas Lampung

DSC_0844
Pesrta mendapat pendidikan dari militer

Peserta dididik dan dilatih oleh Tentara Nasional Indonesia dan dilaksanakan langsung di Kompi Kavaleri Panser 2 KODAM IV DIPONEGORO. Secara keseluruhan, Diklat ini diselenggarakan guna membentuk anggota Himnas PPKn agar menjadi diri yang dapat meningkatkan kesadaran bela Negara dan jiwa nasionalisme serta wawasan kebangsaan melalui pendidikan terhadap orang-orang disekitarnya.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

 

Foto Bersama Himnas PPKn

Dalam Kegiatan Diklat Kebangsaan dan Nasionalisme ini juga di isi dengan Seminar Nasional yang bertemakan “Peningkatan Kesadaran Bela Negara dan Jiwa Nasionalisme Melalui Program Revolusi Mental”; dan kegiatan field trip ke Memorial House Jenderal Besar H. Muhammad Soeharto, Candi Sambisari, Pantai Parangtritis, dan Malioboro

SEMINAR NASIONAL Pendidikan Anti Korupsi bersama KPK

Seminar Nasional dengan tema “Urgensi Pendidikan Anti Korupsi dalam Kurikulum Pendidikan Tinggi” telah dilaksanakan di Auditorium Kampus II UAD Jl. Pramuka No 42 Sidikan Yogyakarta pada Jum’at, 8 Mei 2015. Materi disampaikan langsung oleh Fungsional Direktorat Pendidikandan Pelayanan Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Gumilar Prana Wilaga. Gumilar atau yang akrab dipanggil Willy memaparkan tentang kondisi Indonesia akibat korupsi dan peran serta guru sebagai pendidik anti korupsi.

Indonesia adalah bumi ciptaan Tuhan dengan keindahan dan kekayaan alam yang luar biasa. Populasi penduduk Indonesia menduduki urutan keempat dunia dengan 746 bahasa daerah yang digunakan dan terdiri dari 1.128 suku bangsa.

Indonesia adalah lumbung energy panas bumi terbesar di dunia. Indonesia adalah penyuplai 80% rotan di dunia. Indonesia adalah penghasil LNG terbesar di dunia. Indonesia adalah produsen timah terbesar di dunia, tembaga ke tiga di dunia, emas kedelapan di dunia, kopi terbesar ketiga dunia, dan prodesen kakao terbesarketiga dunia.

Namun sayang rakyat Indonesia belum bisa dikatakan makmur. Utang luar negeri mencapai US$ 294,4 M atau 3.179,74 TRILIUN Rupiah. Kemiskinan mencapai 12,25% penduduk. 3.800.000 HEKTAR hutan Indonesia rusak setiap tahunnya dan mengakibatkan 39% habitat alami musnah. Sebanyak 7.240.000 penduduk Indonesia pengangguran.

INDONESIA KAYA, Tapi miskin. Salah satu penyebabnya adalah KORUPSI. Estimasi biaya eksplisit akibat korupsi tahun 2001-2012 mencapai Rp. 168.000.000.000.000,00. Upaya penegakan hokum hanya dapat mengembalikan uang Negara senilai Rp 15 T saja, jadi kerugian Negara mencapai Rp. 153.000.000.000.000,00.

Uang korupsi dapat mensejahterahkan Indonesia.

JUMLAH PENYELAMATAN KEUANGAN NEGARA Rp. 157,311,172,527,352
NO KONVERSI BIAYA SATUAN (Rp) /UNIT HASIL KONVERSI
1 Rumah Sederhana 100,000,000 1,573,111 unit
2 Susu 11,000 14,301,015,684 liter
3 BOS SD/orang/tahun 580,000 271,226,159 orang
4 BOS SMP/orang/tahun 710,000 221,507,196 orang
5 Beras 8,500 18,507,196,787 liter
6 Ruang kelas SD 126,300,000 1,245,535 unit
7 Ruang kelas SMP 131,300,000 1,198,104 unit
8 Komputer 5,000,000 31,462,234 unit

Korupsi sudah begitu masif dan parah. Tidak ada lagi sektor di negara yang tidak terasuki oleh korupsi, bahkan sektor-sektor yang dianggap paling suci sekalipun. Korupsi sudah sangat meluas secara sistemik di berbagai tingkatan pusat dan daerah, lembaga eksekutif, legislatif, maupun yudikatif.

Apa yang bisa kita lakukan ?

“Daripada mengutuk kegelapan, lebih baik menyalakan obor penerang”

Pendidik anti korupsi adalah obor penerang bagi Indonesia.  Pendidikan Anti korupsi merupakan Pendidikan karakter yang memberikan penekanan pada 9 nilai antikorupsi, yaitu: jujur, disiplin, tanggung jawab, kerja keras, sederhana, mandiri, adil, berani, dan peduli.

Seorang guru harus menjadi TELADAN BAGI SISWA ATAU ANAK……

“keberhasilan pada dunia pendidikan, khususnya keberhasilan pembelajaran yang dilakukan seorang guru, salah satunya juga ditentukan oleh seberapa besar keteladanan yang diberikan pendidik dan tenaga kependidikan”

 Mari beraksi perang melawan KORUPSI.

Seminar yang diselenggarakan Program Studi PPKn FKIP UAD ini dihadiri oleh seluruh sivitas akademika PPKn, mahasiswa Fakultas Hukum UAD, dan guru-guru PPKn pada tingkat dasar dan menengah di Wilayah DI Yogyakarta.

KPK Lahirkan Trainer Anti Korupsi bersama Prodi PPKn UAD

Workshop dan Training of Trainer Pendidikan Anti Korupsi sukses dilaksanakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa, 5 Mei 2015 hingga Rabu, 7 Mei 2015 bertempat di Kampus II Universitas Ahmad Dahlan. Peserta adalah Mahasiswa PPKn terpilih dari Semester II dan IV sejumlah 30 orang.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengirimkan TIM sejumlah dua orang, yaitu Sdr. Doni Mariantono dan Sdr. Masagung Dewanto untuk memberikan pelatihan kepada mahasiswa yang telah terpilih. Beliau berdua adalah anggota staf Pencegahan Korupsi DikyanmasKPK

Dihari pertama hingga pererta mendapatkan pemahaman mendalam tentang pengertian korupsi. Pada hari kedua peserta mempelajari tentang Pemetaan aspirasi dan potensi anti korupsi, membangun model anti korupsi, serta perumusan rancangan mahasiswa anti korupsi. Dihari terakhir peserta mematangkan paparan mengenai mahasiswa beraksi untuk anti korupsi. Semua kegiatan dilaksanakan dengan menyenangkan dan komunikatif.

KPK berharap mahasiswa yang telah dilatih menjadi pendidik anti korupsi ini menyebarkan ilmunya pada rekan-rekan mahasiswa yang lain.

“….Training ini menjadi langkah awal kalian untuk membebaskan Indonesia merdeka dari korupsi, mulai dari diri kalian berlaku jujur, kemudian menyebarkan pada teman-teman kalian dan juga lingkungan sekitar kalian….” Ujar salah satu Tim KPK Masagung Dewanto

Sementara itu Kaprodi PPKn berharap kerjasama antara KPK dan Prodi PPKn terus terjalin.

“Kami berharap dalam kegiatan-kegiatan selanjutnya yang akan dilakukan oleh mahasiswa-mahasiswa terpilih ini bisa bekerja sama dengan KPK dalam kegiatannya.” Ungkap Dra. Sumaryati M.Hum. dalam sambutannya.

Training dari KPK ini berhasil membentuk 30 mahasiswa PPKn UAD menjadi Trainer Anti Korupsi. Mereka mendeklarasikan diri sebagai komunitas dengan mantra “Wang Sinawang Bangjo”.  Mantra tersebut memiliki makna tersendiri.

Nama tersebut tercipta atas kesepakatan antara 30 mahasiswa yang menjadi peserta. “Wang sinawang itu berarti memiliki pengertian saling memahami, antara kami dengan masyarakat, masyarakat dengan kami akan saling mengerti. Nah Bangjo itu kan terdiri dari warna merah, kuning dan hijau. Merah melambangkan berani, kita harus mempunyai jiwa berani untuk melakukan sebuah tindakan, tepat dalam memilih keputusan, dan tidak akan terpengaruh oleh tekanan-tekanan dari luar. Kuning memiliki arti sinar, memberi sinar kesejahteraan untuk masyarakat luas.  Hijau berarti keadilan dan kebijaksanaan.  Kami berharap bisa memberikan kontribusi luar biasa untuk lingkungan dan masyarakat.”  Umi Hawa Habibah menjelaskan tentang komunitasnya.

Komunitas Wang Sinawang Bangjo berencana untuk melaksanakan tiga aksi utama, yaitu, sosialisasi, pengajian, dan lomba.

Peringati Hari Bumi Bersama BEMU, HMPS PPKn Partisipasi Tanam Bakau

20150503_100132
Penanaman Pohon Bakau di Pantai Baros

Ahad pagi (3/5) Mahasiswa UAD menanam pohon bakau di Pesisir Pantai Baros. Aksi Penanaman Pohon Bakau tersebut diselenggarakan oleh Departemen Pengabdian Masyarakat BEM Universitas Ahmad Dahlan.  Aksi  ini dilaksanakan dalam rangka memperingati hari bumi yang jatuh pada tanggal 22 April yang lalu. HMPS PPKn mengirimkan delegasinya sejumlah dua mahasiswa, yaitu Wawan M.T. dan Rohman N.F.

Seperti yang dikutip dari surat undangan dari BEMU, Aksi penanaman pohon bakau tersebut mengangkat tema “Catch message of our earth”.

Aksi tersebut diharapkan bisa menjadi program disemasukkan dalam Program Kerja setiap HMPS dan dapat bermanfaat bagi ekosistem mangrove.

“aksi penanaman pohon bakau ini tidak dapat kita rasakan langsung manfaatnya, beberapa tahun yang akan datang baru dapat dirasakan hasilnya, aksi ini bisa menjadi program yang bisa dimasukkan dalam proker masing-masing HMPS” ujar Diana, ketua panitia kegiatan dalam sambutannya.