Konferensi Nasional Kewarganegaraan (KNKn) III

Tema

Peneguhan jiwa profetik-patriotik warga negara dalam merespons dinamika ke-Indonesia- an dan kemanusiaan

Waktu

Sabtu, 11 November 2017

Tempat

Aula Masjid Ahmad Dahlan, Komplek Islamic Center UAD
Jl. Kolektor Ringroad Selatan, Tamanan Banguntapan Bantul

Keynote Speaker

Dr. Haedar Nashir, M.Si (Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah)

Narasumber

  1. Imam B. Prasodjo (Sosiolog Universitas Indonesia)
  2. Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd (Rektor Universitas Muhammadiyah Semarang)
  3. Dr. Kama Abdul Hakam (Dosen Departemen Pendidikan Umum FPIPS Universitas Pendidikan Indonesia UPI)
  4. Halili, S.Pd., M.A (Peneliti Setara Institute)

Informasi lebih lanjut mengenai pendaftaran dan CallPaper, buka lama: http://ppkn.uad.ac.id

Buka Puasa Bersama Keluarga Besar PPKn

Assalamualaikum wr.wb.
HMPS PPKN Mengundang seluruh mahasiswa PPKn dalam acara BUKA BERSAMA yg Insya Allah akan diadakan pada hari Ahad, 4 Juni 2017 mulai pukul 16.30 WIB di kampus 2 UAD, Ruangan RA HT Lantai 3.

Tidak hanya buka bersama saja akan tetapi akan ada kajian dari LSK (lingkar study kewarganegaraan) dengan tema PERILAKU WARGA NEGARA DALAM PERSPEKTIF AGAMA ISLAM. Dengan Pemateri Bapak Dikdik Baehaqi Arif, M.Pd
Tahun ini akan lebih semarak lagi mengingat seluruh mahasiswa PPKn datang dan berpartisipasi dalam acra tsb.
Kontribusi/iurannya adl @Rp. 10.000,- , dapat dibayar kepada bendahara masing2 angkatan.
Sem 2 : Anggit/ lainnya
Sem 4 : Tarsini/lainnya
Sem 6 : Uus/lainnya
Sem 8 dst : Wiwik/lainnya
Wassalamu’alaikum.
Matur nuwun.

HMPS PPKn Mendelegasikan 3 Mahasiswa dalam Diklat Kebangsaan dan Bela Negara

DSC_0576
Peserta memperhatikan materi yang disampaikan Anggota TNI

Tiga perwakilan HMPS PPKn FKIP Universitas Ahmad Dahlan, Habibi Akhsanul Haq (2013), Herdiyono (2013) dan Farid Nur Rohman (2014) mengikuti Diklat Kebangsaan dan Bela Negara  bersama perwakilan Mahasiswa PPKn dari Perguruan Tinggi Se-Indonesia. Dalam diklat ini juga diadakan Seminar Nasional di Universitas PGRI Yogyakarta. Acara ini diselenggarakan oleh Hima Prodi PPKn UPY atas prakarsa Himpunan Mahasiswa Nasional PPKn

Diklat Kebangsaan dan Bela Negara  yang berlangsung dari tanggal 6-8 Juni 2015 ini diikuti oleh perwakilan mahasiswa PPKn dari perguruan tinggi di Indonesia, baik Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Diantaranya yaitu, Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, Universitas PGRI Yogyakarta, Universitas Negeri Semarang, Universitas PGRI Semarang, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Nusantara PGRI Kediri, Universitas Tadulako Palu, dan Universitas Lampung

DSC_0844
Pesrta mendapat pendidikan dari militer

Peserta dididik dan dilatih oleh Tentara Nasional Indonesia dan dilaksanakan langsung di Kompi Kavaleri Panser 2 KODAM IV DIPONEGORO. Secara keseluruhan, Diklat ini diselenggarakan guna membentuk anggota Himnas PPKn agar menjadi diri yang dapat meningkatkan kesadaran bela Negara dan jiwa nasionalisme serta wawasan kebangsaan melalui pendidikan terhadap orang-orang disekitarnya.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

 

Foto Bersama Himnas PPKn

Dalam Kegiatan Diklat Kebangsaan dan Nasionalisme ini juga di isi dengan Seminar Nasional yang bertemakan “Peningkatan Kesadaran Bela Negara dan Jiwa Nasionalisme Melalui Program Revolusi Mental”; dan kegiatan field trip ke Memorial House Jenderal Besar H. Muhammad Soeharto, Candi Sambisari, Pantai Parangtritis, dan Malioboro

SEMINAR NASIONAL Pendidikan Anti Korupsi bersama KPK

Seminar Nasional dengan tema “Urgensi Pendidikan Anti Korupsi dalam Kurikulum Pendidikan Tinggi” telah dilaksanakan di Auditorium Kampus II UAD Jl. Pramuka No 42 Sidikan Yogyakarta pada Jum’at, 8 Mei 2015. Materi disampaikan langsung oleh Fungsional Direktorat Pendidikandan Pelayanan Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Gumilar Prana Wilaga. Gumilar atau yang akrab dipanggil Willy memaparkan tentang kondisi Indonesia akibat korupsi dan peran serta guru sebagai pendidik anti korupsi.

Indonesia adalah bumi ciptaan Tuhan dengan keindahan dan kekayaan alam yang luar biasa. Populasi penduduk Indonesia menduduki urutan keempat dunia dengan 746 bahasa daerah yang digunakan dan terdiri dari 1.128 suku bangsa.

Indonesia adalah lumbung energy panas bumi terbesar di dunia. Indonesia adalah penyuplai 80% rotan di dunia. Indonesia adalah penghasil LNG terbesar di dunia. Indonesia adalah produsen timah terbesar di dunia, tembaga ke tiga di dunia, emas kedelapan di dunia, kopi terbesar ketiga dunia, dan prodesen kakao terbesarketiga dunia.

Namun sayang rakyat Indonesia belum bisa dikatakan makmur. Utang luar negeri mencapai US$ 294,4 M atau 3.179,74 TRILIUN Rupiah. Kemiskinan mencapai 12,25% penduduk. 3.800.000 HEKTAR hutan Indonesia rusak setiap tahunnya dan mengakibatkan 39% habitat alami musnah. Sebanyak 7.240.000 penduduk Indonesia pengangguran.

INDONESIA KAYA, Tapi miskin. Salah satu penyebabnya adalah KORUPSI. Estimasi biaya eksplisit akibat korupsi tahun 2001-2012 mencapai Rp. 168.000.000.000.000,00. Upaya penegakan hokum hanya dapat mengembalikan uang Negara senilai Rp 15 T saja, jadi kerugian Negara mencapai Rp. 153.000.000.000.000,00.

Uang korupsi dapat mensejahterahkan Indonesia.

JUMLAH PENYELAMATAN KEUANGAN NEGARA Rp. 157,311,172,527,352
NO KONVERSI BIAYA SATUAN (Rp) /UNIT HASIL KONVERSI
1 Rumah Sederhana 100,000,000 1,573,111 unit
2 Susu 11,000 14,301,015,684 liter
3 BOS SD/orang/tahun 580,000 271,226,159 orang
4 BOS SMP/orang/tahun 710,000 221,507,196 orang
5 Beras 8,500 18,507,196,787 liter
6 Ruang kelas SD 126,300,000 1,245,535 unit
7 Ruang kelas SMP 131,300,000 1,198,104 unit
8 Komputer 5,000,000 31,462,234 unit

Korupsi sudah begitu masif dan parah. Tidak ada lagi sektor di negara yang tidak terasuki oleh korupsi, bahkan sektor-sektor yang dianggap paling suci sekalipun. Korupsi sudah sangat meluas secara sistemik di berbagai tingkatan pusat dan daerah, lembaga eksekutif, legislatif, maupun yudikatif.

Apa yang bisa kita lakukan ?

“Daripada mengutuk kegelapan, lebih baik menyalakan obor penerang”

Pendidik anti korupsi adalah obor penerang bagi Indonesia.  Pendidikan Anti korupsi merupakan Pendidikan karakter yang memberikan penekanan pada 9 nilai antikorupsi, yaitu: jujur, disiplin, tanggung jawab, kerja keras, sederhana, mandiri, adil, berani, dan peduli.

Seorang guru harus menjadi TELADAN BAGI SISWA ATAU ANAK……

“keberhasilan pada dunia pendidikan, khususnya keberhasilan pembelajaran yang dilakukan seorang guru, salah satunya juga ditentukan oleh seberapa besar keteladanan yang diberikan pendidik dan tenaga kependidikan”

 Mari beraksi perang melawan KORUPSI.

Seminar yang diselenggarakan Program Studi PPKn FKIP UAD ini dihadiri oleh seluruh sivitas akademika PPKn, mahasiswa Fakultas Hukum UAD, dan guru-guru PPKn pada tingkat dasar dan menengah di Wilayah DI Yogyakarta.

KPK Lahirkan Trainer Anti Korupsi bersama Prodi PPKn UAD

Workshop dan Training of Trainer Pendidikan Anti Korupsi sukses dilaksanakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa, 5 Mei 2015 hingga Rabu, 7 Mei 2015 bertempat di Kampus II Universitas Ahmad Dahlan. Peserta adalah Mahasiswa PPKn terpilih dari Semester II dan IV sejumlah 30 orang.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengirimkan TIM sejumlah dua orang, yaitu Sdr. Doni Mariantono dan Sdr. Masagung Dewanto untuk memberikan pelatihan kepada mahasiswa yang telah terpilih. Beliau berdua adalah anggota staf Pencegahan Korupsi DikyanmasKPK

Dihari pertama hingga pererta mendapatkan pemahaman mendalam tentang pengertian korupsi. Pada hari kedua peserta mempelajari tentang Pemetaan aspirasi dan potensi anti korupsi, membangun model anti korupsi, serta perumusan rancangan mahasiswa anti korupsi. Dihari terakhir peserta mematangkan paparan mengenai mahasiswa beraksi untuk anti korupsi. Semua kegiatan dilaksanakan dengan menyenangkan dan komunikatif.

KPK berharap mahasiswa yang telah dilatih menjadi pendidik anti korupsi ini menyebarkan ilmunya pada rekan-rekan mahasiswa yang lain.

“….Training ini menjadi langkah awal kalian untuk membebaskan Indonesia merdeka dari korupsi, mulai dari diri kalian berlaku jujur, kemudian menyebarkan pada teman-teman kalian dan juga lingkungan sekitar kalian….” Ujar salah satu Tim KPK Masagung Dewanto

Sementara itu Kaprodi PPKn berharap kerjasama antara KPK dan Prodi PPKn terus terjalin.

“Kami berharap dalam kegiatan-kegiatan selanjutnya yang akan dilakukan oleh mahasiswa-mahasiswa terpilih ini bisa bekerja sama dengan KPK dalam kegiatannya.” Ungkap Dra. Sumaryati M.Hum. dalam sambutannya.

Training dari KPK ini berhasil membentuk 30 mahasiswa PPKn UAD menjadi Trainer Anti Korupsi. Mereka mendeklarasikan diri sebagai komunitas dengan mantra “Wang Sinawang Bangjo”.  Mantra tersebut memiliki makna tersendiri.

Nama tersebut tercipta atas kesepakatan antara 30 mahasiswa yang menjadi peserta. “Wang sinawang itu berarti memiliki pengertian saling memahami, antara kami dengan masyarakat, masyarakat dengan kami akan saling mengerti. Nah Bangjo itu kan terdiri dari warna merah, kuning dan hijau. Merah melambangkan berani, kita harus mempunyai jiwa berani untuk melakukan sebuah tindakan, tepat dalam memilih keputusan, dan tidak akan terpengaruh oleh tekanan-tekanan dari luar. Kuning memiliki arti sinar, memberi sinar kesejahteraan untuk masyarakat luas.  Hijau berarti keadilan dan kebijaksanaan.  Kami berharap bisa memberikan kontribusi luar biasa untuk lingkungan dan masyarakat.”  Umi Hawa Habibah menjelaskan tentang komunitasnya.

Komunitas Wang Sinawang Bangjo berencana untuk melaksanakan tiga aksi utama, yaitu, sosialisasi, pengajian, dan lomba.

Peringati Hari Bumi Bersama BEMU, HMPS PPKn Partisipasi Tanam Bakau

20150503_100132
Penanaman Pohon Bakau di Pantai Baros

Ahad pagi (3/5) Mahasiswa UAD menanam pohon bakau di Pesisir Pantai Baros. Aksi Penanaman Pohon Bakau tersebut diselenggarakan oleh Departemen Pengabdian Masyarakat BEM Universitas Ahmad Dahlan.  Aksi  ini dilaksanakan dalam rangka memperingati hari bumi yang jatuh pada tanggal 22 April yang lalu. HMPS PPKn mengirimkan delegasinya sejumlah dua mahasiswa, yaitu Wawan M.T. dan Rohman N.F.

Seperti yang dikutip dari surat undangan dari BEMU, Aksi penanaman pohon bakau tersebut mengangkat tema “Catch message of our earth”.

Aksi tersebut diharapkan bisa menjadi program disemasukkan dalam Program Kerja setiap HMPS dan dapat bermanfaat bagi ekosistem mangrove.

“aksi penanaman pohon bakau ini tidak dapat kita rasakan langsung manfaatnya, beberapa tahun yang akan datang baru dapat dirasakan hasilnya, aksi ini bisa menjadi program yang bisa dimasukkan dalam proker masing-masing HMPS” ujar Diana, ketua panitia kegiatan dalam sambutannya.

 

 

Dedek dan Ibnu Ikuti Kongres HIMNAS PKn di Medan

Dua mahasiswa Program Studi PPKn FKIP Universitas Ahmad Dahlan, Dedek Helida Pitra (angkatan 2011) dan Ibnu Rohani (angkatan 2012) mengikuti Kongres Himpunan Nasional (HIMNAS) PKN V di Medan Sumatra Utara. Kongres yang dilangsungkan di Universitas Negeri Medan mengambil tema “Rekontekstualisasi Mahasiswa PKN dalam Mewujudkan Indonesia yang Lebih Bermartabat”.

Kongres yang berlangsung dari tanggal 5-10 Mei 2014 ini diikuti oleh perwakilan mahasiswa PKn dari beberapa perguruan tinggi di Indonesia. Secara nasional, HIMNAS PKN terdiri atas 67 perguruan tinggi LPTK, negeri maupun swasta. Perguruan tinggi yang mengikuti Kongres di Medan adalah Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Riau, Universitas Negeri Padang, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Lampung, Universitas Tadulako, Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Lambung Mangkurat, IKIP PGRI Pontianak, Universitas Nusantara PGRI Kediri, Universitas PGRI Semarang, Universitas Pancasakti Tegal, Universitas Banten Jaya, Universitas Islam Nusantara Bandung, dan tuan rumah Universitas Negeri Medan.

Secara umum Kongres ini ditujukan untuk menggali berbagai input gagasan dan pemikiran yang diharapkan dapat memberi kontribusi konkret bagi upaya peningkatan peran generasi muda dalam dunia pendidikan dan sebagai penguatan karakter bangsa yang lebih bermartabat. Secara khusus, Kongres Himnas ini diselenggarakan untuk  mempererat hubungan silaturahmi antar angggota HIMNAS PKn se-Indonesia; mengembangkan budaya berfikir kritis dan kreatif di kalangan generasi muda; meningkatkan pengetahuan, nilai, sikap dan keterampilan serta prestasi mahasiswa se-Indonesia dalam bidang PKn dan Tata Negara; membina rasa solidaritas dan kerjasama antar generasi muda; dan memperluas wawasan pengetahuan, keterampilan dan penanaman nilai-nilai apresiasi seni, yang kesemuanya dimaksudkan untuk membangkitkan semangat persatuan dan kesatuan  pada generasi muda serta meningkatkan rasa nasionalisme sebagai penerus negeri.

Kegiatan yang berlangsung selama lima hari itu diisi dengan kegiatan Seminar dengan tema “Indonesia Bebas Korupsi; Optimalisasi Upaya Perlindungan dan Penegakan Hukum yang Berkeadilan”; Debat Mahasiwa PKn Nasional; Kongres Mahasiwa PKn untuk menyonsong kepengurusan HIMNAS PKn Se-Indonesia; Temu Silaturahmi seluruh Perwakilan Mahasiswa PKn se-Indonesia; dan ditutup dengan kegiatan field trip ke kawasan wisata Danau Toba.

Dedek dan Ibnu menyatakan bahwa banyak sekali pengalaman, wawasan dan pengetahun yang mereka peroleh. “Melalui kegiatan Himnas ini kami dapat bertukar informasi dan pengetahuan tentang PKn dengan saudara kami, mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia” tutur Dedek. Bagi Ibnu yang baru terpilih sebagai ketua HMPS PPKn FKIP UAD untuk periode 2014-2015, ini adalah pengalaman tingkat nasional pertama yang dia ikuti sebagai pengurus baru HMPS. Bahkan kegiatan ini makin membekas dalam dirinya, karena “inilah pertama kali saya naik pesawat” ujar Ibnu sambil tertawa. (dba)