Di lantai 5 ruang 55, Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan
Yogyakarta, 13 Juli 2019
Pelatihan ini adalah suatu kegiatan yang diadakan berkenaan dengan bagaimana cara menjadi jurnalis yang baik dan benar. sasaran utama pelatihan jurnalistik kewarganegaraan ini adalah mahasiswa PPKn.
Jurnalistik adalah Kegiatan penyiapan, pencarian, penyuntingan, penulisan dan penyampaian informasi tertentu kepada masyarakat melalui media tertentu.
Kepala progam studi Dikdik baehaqi Arif, M.Pd dalam sambutannya mengatakan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk melatih kemampuan para mahasiswa khususnya yang menjadi anggota komunitas buletin yang memiliki kewajiban untuk menerbitkan karya tulisan.
”alasan pelatihan ini adalah karena kami memiliki komunitas namanya buletin dan komunitas ini memilki kewajiban untuk menerbitkan buletin” ujar bapak kaprodi.
Kemudian dalam sambutannya juga, keinginan beliau tidak berhenti disitu saja. Beliau berharap bahwa suatu saat dapat mengunjungi tempat atau dapur Redaksi Suara Muhammadiyah untuk mendapatkan informasi yang lebih banyak.
“kita akan berkunjung ke tempat atau dapur penerbitan suara muhammadiyah untuk mencari informasi” kata bapak kaprodi.
Kegiatan ini, diikuti oleh 27 peserta terdiri dari mahasiswa PPKn, komunitas buletin serta mewajibkan pengurus Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (HMPS PPKn) khusus bidang JARKOMINFO (Jaringan Komunikasi dan Informasi). Alasan beliau mewajibkannya karena bidang JARKOMINFO yang mengelola media sosial HMPS PPKn.
“Kegiatan ini mewajibkan pengurus himpunan bidang jarkominfo karena mereka yang mengelola media sosial HMPS”. Disampaikan dalam kegiatan jurnalistik(10/07).
Diajarkan langsung oleh dua orang jurnalis yang profesional dari Suara Muhammadiyah yakni Rizki Putra Dewantoro dan Muhammad Ridho Basri.
Rizki Putra Dewantoro merupakan lulusan S1 dari Universitas Bung Karno kemudian melanjutkan S2 di Universitas Indonesia.
Materi pertama yang dibawakan oleh Rizki berjudul “Dasar dan Etika Jurnalistik”. Dalam materinya ia awali dengan sejarah Suara Muhammadiyah itu sendiri yang telah berumur 100 tahun dan merupakan penerbit tertua dibanding dengan penerbit lain dimasanya. Kemudian setelah itu Suara Muhammadiyah menjadi sarana dakwah melalui tulisan.
Banyak sekali ilmu yang di dapat oleh peserta dalam kegiatan ini, salah satunya tentang media jurnalistik. Media Jurnalistik banyak jenisnya yaitu jurnalistik cetak,jurnalistik radio, jurnalistik online dan jurnalistik televisi.
Karena terlalu banyak jenis media jurnalistik, disini Rizki mengungkapkan bahwa ada banyak tantangan yang perlu menjadi perhatian saat ini, yaitu tantangan dalam penyebaran informasi hoax melalui media online. Karena sedikitnya berita-berita yang dapat masyarakat saring.
Selanjutnya, pemateri kedua oleh Muhammad Ridho Basri. Ia merupakan lulusan S1 jurusan tafsir Hadist di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, dan S2 jurusan Qur’an Hadist di Saudia. Ia membawakan materi berjudul “Management Redaksi”. isi materi yang dijelaskan salah satunya adalah jika sesuatu tidak diatur dengan baik maka yang terjadi adalah berantakan dan tidak terkonsep.
Pelatihan Jurnalistik ini mengajarkan mahasiswa untuk mengerti dan memahami tentang kode etik dalam berita, bagaimana membuat berita yang menarik dan memenuhi unsur 5W+1H (What,when,where,who,why and How) tambahan lagi dari pemateri yaitu WOW.
Sebelum penutupan, kegiatan ini menyediakan acara tanya jawab agar para mahasiswa lebih faham dan dapat jawaban atas kesulitannya dalam menulis selama ini.
Seluruh peserta terlihat sangat antusias mengikuti nya, dan tidak sedikit yang mengutarakan betapa serunya kegiatan ini.
Semoga berkah dan teruslah bersemangat. PPKn jaya! (kumkum)
sumber gambar (ig : @ppkn.uad)